On August 4, 2013

6 Sektor Ini Harus Dijaga agar ASEAN Lolos dari Krisis Global

Jakarta – ASEAN Business Club menyatakan, ada enam sektor di ASEAN yang patut dijaga kestabilannya di tengah tekanan krisis global. Sektor perbankan merupakan salah satu sektor yang sangat rentan terhadap perubahan khususnya kondisi perekonomian dunia. “Ada enam sektor terpenting yang harus dijaga kestabilannya dengan beberapa kebijakan, jika keenam sektor tersebut kuat, maka pertumbuhan perekonomian ASEAN juga kuat,” ujar Group Chief Executive CIMB Group and Co-Chair of ASEAN Business Club Malaysia Dato Sri Nazir Razak ditemui dalam acara “Launching Lifting The Barriers Report” di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Jumat (29/11). Keenam sektor yang dimaksud adalah penerbangan, perbankan, pasar modal, kesehatan, konektivitas dan infrastruktur, serta power dan utilities. “Semua hambatan keenam sektor tersebut harus diatasi secepat mungkin sebelum negara negara ASEAN memasuki fase Masyarakat Ekonomi ASEAN (ASEAN Economic Community/AEC) pada 2015,” kata Razak. Nazir mengatakan ASEAN menghadapi dua tantangan yakni kondisi perekonomian global dan ASEAN Economic Community 2015. “Tantangan tersebut tidak menjadi persoalan jika semua negara ASEAN bersatu dan mempunyai komitmen bersama meningkatkan perekonomian,” kata dia. Menurutnya, ASEAN Business Club memberikan beberapa rekomendasi, khususnya meningkatkan perfoma keenam sektor terpenting dalam perekonomian ASEAN. Untuk sektor perbankan dia berpendapat, jika perekonomian global tidak stabil, secara tidak langsung mempengaruhi sektor keuangan. Dampak paling nyata adalah pertumbuhan suku bunga dan kredit menjadi tidak menentu. “Setiap negara ASEAN harus mempersiapkan beberapa strategi menjaga stabilisasi sektor perbankan di tengah kondisi global yang masih belum pulih 100 persen,” kata dia.

Setiap pelaku perbankan di ASEAN juga harus memberikan pelayanan terbaik bagi para pelanggan yaitu dengan memberikan akses kredit yang lebih murah dan pelayanan berkualitas. “Kredit macet diharapkan tidak boleh terjadi,” kata dia. Untuk sektor pasar modal, harus meningkatkan transparansi dengan menyederhanakan semua listing requirement dan mewajibkan pelaku industri menggunakan dokumen berbahasa inggris untuk mempermudah transaksi pasar modal. Hal lain adalah menyederhanakan tax collection atau pengumpulan pajak bagi investor dan meningkatkan koordinasi dengan para investor. “Melakukan penyederhanaan kebijakan merupakan salah satu solusi terbaik untuk meningkatkan pasar modal,” ujar dia. Untuk sektor konektivitas dan infrastruktur Razak mengungkapkan, meningkatkan proyek-proyek pembangunan potensial yang berfungsi mengurangi biaya ekonomi, mempermudah perizinan khususnya pembebasan lahan dan memberikan insentif kepada investor pengembang. Untuk sektor penerbangan, rekomendasi kebijakan yang dibutuhkan adalah meningkatkan akses layanan sehingga mendukung aktivitas perekonomian serta menambah jumlah armada pesawat untuk menekan penundaan penerbangan. Untuk sektor kesehatan, setiap negara ASEAN harus meningkatkan kualitas pelayanan baik dari dokter maupun tenaga perawat agar tidak terjadi kasus kriminal.

Sementara sektor power dan utilities diharapkan dapat meningkatkan sumber pendanaan agar proyek-proyek yang dikembangkan bisa terealisasi dengan baik. “Akses pendanaan bisa dilakukan dengan kerjasama dengan pihak swasta,” kata dia.

  • By Asean Business Club  0 Comments 

    0 Comments